Senin, 09 April 2018
Presiden Jokowi Minta Ulama Ikut Luruskan Hoaks dan Fitnah di Tahun Politik
Date - April 09, 2018
News
Saat memberikan sambutan di hadapan 96 ulama Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menyinggung soal tahun politik. Jokowi menjelaskan tahun ini ada 171 Pilkada untuk memilih bupati, wali kota, hingga gubernur.
Jokowi lalu mengajak ulama untuk ikut mendinginkan situasi di tahun politik. Hal itu dikatakan Jokowi di Ruang Garuda, Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat, Selasa (10/4).
"Pada kesempatan ini saya ingin mengajak agar kita semuanya, bahwa tahun ini ada 171 Pilkada baik itu pilihan bupati, wali kota, gubernur di seluruh Tanah Air," kata Jokowi.
"Oleh sebab itu saya mengajak agar para ulama mendinginkan situasi, menyejukkan situasi, meluruskan hal-hal yang saya lihat di bawah yang namanya politik, itu yang namanya kabar bohong, hoaks, fitnah, itu berseliweran," lanjut dia.
Jokowi menyebut ujaran kebencian di tahun politik sudah merajalela ke berbagai lini. Maka pemerintah sebagai umaro (pemimpin) mengajak ulama untuk bersama-sama mengatasi berbagai ancaman hoaks.
"Di mana ujaran kebencian itu ada dan berseliweran di mana-mana. Marilah kita bersama-sama, ulama, umaro," ucap Jokowi.
Acara silaturahmi yang berlangsung tertutup ini dihadiri ulama dari Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta. Terlihat mendampingi Jokowi yaitu Kepala Staf Presiden Moeldoko dan juru bicara Presiden Johan Budi SP. [kumparan.com]
Share this
Related Articles :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Paling Dilihat
-
Papua betul-betul mendapat perhatian khusus pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, di samping provinsi-provinsi lainnya di luar Pula...
-
The Muslim 500 kembali menempatkan Presiden Jokowi sebagai salah satu muslim paling berpengaruh di dunia. The Muslim 500 adalah sebuah surve...
-
Beritaterheboh.com - Jupiter Fortissimo kini sedang menjadi pembicaran publik. Hal ini dikarenakan kondisinya yang begitu memprihatinkan. Y...

0 komentar
Posting Komentar